20 December 2011

Fear Is The Weakness

seketika asaku terpana
membiarkan luka ini terrus menganga
begitu dekat hingga bisa merenggut setiap tawa yang terbaca
bagiku kebahagiaan sama dengan nyawa
ia akan menyala ketika sirnanya mulai memadam 
lalu akan tumbuh subur layaknya sebuah tanaman
 dan kini
...
ketakutan itu menjelma bagai teman
setia memberiku cahaya kegelapan yang berdiri tegap diantara ketidakpastian
berdegup kencang
sekencang keberanian yang matirasa dimakan ketakutan
...

24 October 2011

“GLUED” Street Sticker Party

 
23 Oktober - 5 November 2011
@GARDUHOUSE
Biker Station
Jl Veteran Raya No.13 Gg H. Ropiah/ Route 66
Tanah Kusir, Jakarta Selatan
LIVE MURAL: BULLET 
LIVE PERFORMANCE: INDOBETBOX, DJ EL LOCO TIGRE & DJ TOXICOLOGIE 
STICKER ARTISEST:
JAKARTA: BUJANGAN URBAN (ARTCOHOLIC), MUTH (ARTCOHOLIC), ABI, RHARHARHA, JOEW, SYAUKI, BETHA, ISAA, MEDIA LEGAL, NELY 4, ROY BAYU PUTRA, Putri Ayu Lestari, PROCKS (bjc-ssk), NEOTHEE, MOVETWO, Lalita Prima (bjc), Urbanbwoy, Snowseven, Smokertzs, Nemo 31, Dedot K, GLEE APEZ (bjc), KOMA (ARTCOHOLIC), BROKE (ARTCOHOLIC), MURETHY, YEAH (ARTCOHOLIC), XAIt, TUA LUSUH, TOTO KISMO (ARTCOHOLIC), THE ROBOWOBO, Sams Riaadio, SUPER SECRET STREET TEAM, JIN PANJI, SEVEN SOUL, SENDSEVA, PUPPET VEKTOR, Retno Tiawan, REST (ARTCOHOLIC), RAPSO, PROBLEMA, NYETNYUK, NOES, NC+, Nanda Berdering, MAS BAY, MAREH, MAD BOYS, M. Hasrus, KYOW, KRACK 99, KLAN TWO, Kemykems NTA, Pongah, Jah Ipul, Ikki Wicaksono, HUMOKE, Heru Stiawan, Gurita, Gulaly, Flips, STUFO (HA), EDNK, Dwi Penjol, DOB 20, DHO 121, Crack, Comolo, Choco7, Carving Nation (budi, jaya, magiyo&ahmad sulton), cabi 1, bullet, Bake 25, Arman Propa, Alfabeta Raya & Barkah jp, Add One Seven, Acip, ABSM, BEAN, ALIZAM. RAMSTA NTA, Junior Monsta Klan, WNK, ZOWY. BOGOR: Blue Mable, Cruelo, Ilham Ilmam Aufar, Rishma Riyasa, Syuke 29, HOOD. DEPOK: YOYO, Lykerex, FREAK TEETH 22, WYANET FALISIFA. TANGGERANG: TEMBOK KUSAM, ZRIE 73, UHKZ, SONOM PROGRES, Sadrax, RENDY SAPUTRA, OOK2MN, Key Idealis Project, Imanuel Dwiyanto S, Agung Enjoy. BEKASI: Hana Madness, RAMBUT NGACO, TANZTEN, Fauzi Vaps. BANDUNG: FAB Family, dripsndrops, CHITA CHIKO 76. SOLO: TUGU UNITE, AGUS SUSANTO, DONY, Fariz Maulana ,GPBK, HII DAMAS, IDEGARINK, NOPX, POTR, RAHMAT GIYATMOKO, SONI FAJAR N, TONTHWI AL AHYAR, TUGITU UNITED, Salestinus Sustyo. YOGYAKARTA: ABI MANYU, BIGSHOW ,Ecis, MUCK, NICK 23, OYSTER, RACON 3, TUYULOVEME, Galang Rais P, graffi shop, Ryan Ady Putra, SYLVESTER Adhikrama, TRASH, Alex TMT, Hellospace–Endry Pragusta/“Endru”, Kancut Crash/Johan Arinda, Kukomikan/Ismu, Ryan Kristianto–Riderbrabbit, YEAHAY-E, Wiskhak Nugraha, Yusup/ETZ372, DYGETE. SURABAYA: BIDHEEONE, swcxltlrbl, PINO, OBY MNC, Nas Agus Pradana. BALIKPAPAN: AAR, HWK, WIN. PURWOKERTO: BAWOR, Adan F Maruciel, RUBS. SEMARANG: MOCK&RESP 45. AMBARAWA: LKGC. SALATIGA: WAKE/C.L.W.N/GEMBELURBAN. PADANG: IECHA 182, Zikri (THE ZEEK). MEDAN: METAVANA. CIKARANG: Farhanaz&Rupaidha. CIMAHI: ROEL BOT. INDONESIA: N Side, Danzo, JERK!, KLIMARKS, Prabowo Ardhie Winoto, RUMOUGRID, Idham–Hasfour, Jehan Syauqi, Gabriel Dias Agasta, ASMOROKLUB. SINGAPORE: Chimps, CLOG2. GERMANY: Kunhert/Sladge. SYBER JAYA MALAYSIA: REATER.

21 October 2011

You Can Find My Werk on Store (Released by Tokai)

 
finally my "lolycore" available on store! 
(circle k, hero group, superindo)
design by @hanamadness
grab it fast guys!

"Pameran Lukisan Orang Dengan Masalah Kejiwaan"

 
HOSPITAL WITHOUT WALL 
Pameran Lukisan Orang Dengan Masalah Kejiwaan

16 - 28 Oktober 2011
@ Galeri Cipta III Taman Ismail Marzuki, Jakarta

17 September 2011

"Normatif? Akademis? Pembodohan?"

ORIENTASI? KOMUNIKATIF? NORMATIF? AKADEMIS?

Apa benar membebankan MABA dengan serba-serbi yang terlihat tolol itu sebagai bentuk pengenalan? Gue rasa semua orang sudah jauh terlebih dulu melewati masa-masa semacam MOS sebelum menduduki bangku perkuliahan. Ospek adalah pembodohan diluar akademis. Jadi terlihat jelas, ospek hanyalah ajang eksistensi dan balas dendam bagi sebagian senior. Sebagai seniorpun gue nggak akan pernah mengiyakan hal-hal semacam itu apalagi di bangku perkuliahan. Kita manusia, dibekali otak, apalagi setelah 9 tahun sebelum nya bersekolah.


Gambar di atas baru contoh kecil, betapa terlihat bodohnya seseorang di bawah pengawasan senior. Salah satu alternatif yang tepat adalah seminar, dengan menggandeng para MABA untuk ikut aktif dalam diskusi kampus. Contoh di atas jelas tidak menggandeng bukan, karena jelas ada gate yang mengharuskan MABA mengikuti apa yang diperintahkan oleh senior.

Nothing untuk gue, ketika dengan klaim senior kita bisa membuat seseorang menjadi patuh dan tunduk seperti badut tolol. Kita semua telah membayar mahal, dengan tujuan dan status yang sama.

"STOP TO MANAGE!"

18 July 2011

"Ini Tentang Aku dan Bipolarku"

Untuk ayah dan ibu, maaf karna telah banyak menoreh luka yang menguras habis air mata kalian. Izinkan aku membagi kisahku dan berharap kelak aku bisa merealisasikannya kedalam sebuah buku.
 .........
Sungguh menyakitkan, dan itulah alasan mengapa belakangan ini aku lebih memilih diam dirumah. Awalnya aku mengira ini merupakan efek buruk dari obat-obatan antipsikotik yang selama ini aku konsumsi. Oh sungguh merupakan mimpi buruk ketika ketakutan itu setia menungguku di depan sana. Membiusku dengan hawa dingin kematian. Kucoba untuk keluar, mencari angin segar, menghisap sebatang demi sebatang rokok, hingga tersadar bungkus kedua m*rlboro black mentol ku telah habis. Jam tangan kini menunjukkan pukul 2 pagi, hasrat untuk menangisku tiba-tiba datang lagi. Pertanda ini waktunya untuk berkaca sambil sedikit mengiba. Kudapati samar-samar gerutan keriput di lekukan mataku. Aku terdiam kaku di depan kaca kamarku yang cukup besar. "Hei Hana, lo kenapa? lo kenapa? Hah?! kenapa Han? Air mataku mulai pecah. Kuelus pipiku dengan liar. Praaakkkk! Praaakkk! Praaakkk!!! Tentu saja, dengan meninggalkan bekas kemerahan favoritku. Perlahan tangan kananku tak mau kalah meremas setengah bagian rambutku dengan kekuatannya yang dasyat. Arrrggghhh... Bangsat! Kutarik nafasku dalam-dalam. Aku tertawa lega sambil berlinangan airmata.

Benar-benar lega. Kutarik selimut tebalku hingga menutupi seluruh bagian tubuhku. Bismillah, kupejamkan mata. Dan ya, seperti biasa selalu tak bisa. Sepertinya mataku tak pernah bisa berkompromi dengan dinginnya malam. Tanpa tersadar sudah satu jam aku melamun. Kembali aku menata posisi tidurku lagi, lagi, lagi, dan lagi. Hingga aku mulai geram sendiri. Tak lupa kuselipkan pisau kecil di balik celana dalamku sambil berharap benda inilah yang akan menjadi saksi dimalam terakhir ku. Oh ya, ponselku? Aku melupakan keberadaanya dengan melewatkan 8 panggilan masuk. Ya, aku sedang tak ingin membuka sebuah obrolan dengan siapapun kecuali diriku sendiri.

Tiba-tiba saja pikiran dan suasana hatiku kembali stabil. Mendadak mata ini mulai merengek ingin segera dipadamkan, diiringi dengan bayangan-bayangan setan kecil yang perlahan menghilang dari fantasiku. Selamat tidur Hana. Semoga tak kudapati dirimu lagi di esok hari...

"Ya aku memang sakit jiwa, tapi tidak berarti aku gila!"

Ini merupakan sebagian kecil dari serangkaian perjalananku menembus batas kenormalan. Semuanya terlihat baik-baik saja. Bahkan tak ada yang aneh selain kenyataan bahwa aku mengidap gangguan bipolar. Penyakit yang bertahun-tahun meluluh lantahkan suasana hatiku bahkan sampai saat ini. Dimana terapi farmakologi sedang kujalani. Aku tak berharap mendapat simpati. Aku hanya ingin memberitahumu bahwa ada banyak orang-orang sepertiku disekitar mu.

-Hana-

17 May 2011

Forgive Me...

 Kuingat airmatanya selalu mengalir disunyinya malam
Dengan menghamba ia menungguku pulang
Ketika fajar tiba kita selalu bertengkar
Lalu ia bilang aku liar
Ia bagai lawan bagi si pembangkang
Menguntai setiap detiknya tanpa kehangatan
Menuai rasa tanpa kasih sayang
Dan kini aku dipenuhi ketakutan
Sendiri, tanpa teman
Hari demi hari seolah indah dengan kematian
Lalu apa kabarnya wahai masa depan?
Mama
Ini kisah kita
Maafkan aku yang penuh dosa
Yang tak pernah bisa membuatmu bahagia
...

04 May 2011

Bahasa Tubuhku

Tato. Selama ini masyarakat selalu melihat tato dari perspektif negatif. Kali ini gue akan mengangkat isu seputar tato sebagai bahasa tubuh. Gue mengambil kesimpulan dari sudut pandang gue sendiri yang telah merasakan “nikmat” nya bersentuhan dengan jarum tato. 

Ada beberapa alasan yang membuat gue berniat untuk ditato. Saat itu gue masih duduk dibangku SMA dan pada saat yang sama gue mengalami depresi dan tekanan yang sangat luar biasa dari lingkungan gue. Situasi tersebut membuat gue yang baru duduk di bangku sekolah memutuskan untuk membuat sebuah tato di pergelangan tangan kiri gue. Secara sadar gue pun menjadikan tato piercing sebagai sebuah pelarian. Pelarian dari masalalu gue yang ngehe. Pelarian dari hidup gue yang bangke. Ahahahah.
Dan sekarang diusia gue yang baru menginjak 19 tahun, gue mulai berfikir hal apa yang mesti gue lakuin supaya nggak menyesal dikemudian hari.  Karena dengan keadaan badan penuh tato pun tuhan tetap akan menghendaki gue menjadi seorang ibu kelak. Tapi gue mencoba untuk memantapkan diri dengan komitmen dan pilihan yang udah gue ambil sejak duduk dibangku sekolah dulu. Gue harus bertanggung jawab dengan masa depan gue. (“masa depan” daritadi gue panjang lebar ngomongin masa depan). Why? Jawabannya cukup realistis. Karena gue hidup di Indonesia.  Orang menilai semuanya dari penampilan, penampilan, dan penampilan (ya, memang begitu adatnya). Sedangkan seorang gue selalu berharap someday bisa mendapatkan pasangan yang “baik”, yang nggak menilai gue sekedar dari apa yang menempel di badan gue, melainkan dari apa yang menempel dalam diri gue. Hmmm… Lanjut!
Dari sekian banyak orang yang memuja-muja lukisan di tubuh gue, cukup banyak pula dari mereka yang secara terang-terangan menggelengkan kepalanya ketika melihat tato yang bertengger seumur hidup di lengan kiri gue ini. Ekspresi yang sama seperti ketika melihat bang napi. But, I don’t care. Ini hidup gue, pilihan gue, dan gue lah yang akan mempertanggungjawabkan nya. Perlu diingat, nggak semua orang bertato itu berarti ikut-ikutan, meskipun banyak diantara kita yang memang menjadikan tato sebagai tren. Namun bagi gue, tato adalah ekspresi teriakan atau simbol yang dituangkan ke dalam celah pori-pori kulit kita. Coba perhatiin deh setiap orang selalu mentato tubuhnya dengan gambar yang disukainya. Dengan kata lain, tato adalah wujud perlawanan & rasa kagum kita terhadap segala hal di dunia ini.
So komitmen. Sekalipun gue akan dihadapkan dengan yang namanya penyesalan tato ini akan tetap ada, menjadi saksi keindahan yang selalu disalah artikan.

23 April 2011

Si Penebar Maut

 Oknum pengecut
Penebar maut
Tingkahmu kusut bagai badut
Dengan tahta kau bebas tertawa
Dengan kuasa kau bebas menyiksa
Birokrasi cepatlah kau mati
Agar kami tak terus-terusan makan ati
Dari Bakrie sampai Sri Mulyani
perkaya diri sedangkan kami berasa ingin bunuh diri
Korupsi, manipulasi, dianggap hak asasi
Dari pejabat  sampai wakil rakyat
meperbudak rakyat dengan pajak
Uang seakan menjadi Tuhan
Bagi mereka yang haus akan kekuasaan

Dreamland

19 April 2011

LUCU YAH?!



Antara mesti lanjutin kuliah dengan  ngambil jurusan yang nggak disenangi kedua orang tua gue atau kerja jadi babu  disebuah korporasi dengan resiko potongan upah disetiap bulannya. Terdengar mengeluh pastinya. Disaat roda-roda kehidupan terus berputar dan disaat yang sama pula lo akan merasa membutuhkan uang lebih karena sadar kalau di era ini-nih 20r ibu lo itu hanya mampu untuk membeli 2 bungkus nasi di Warung Sunda. Disisi lain realitas sosial semakin menekan gue untuk segera kuliah agar bisa menjadi bagian dalam skat-skat perkantoran. Mendadak gue terbangun dari mesin kehidupan yang terus mengontrol gue seperti robot. Yang mengharuskan gue menjadi si a, si b, si c bahkan si x sekalipun. Yang membuat gue berbohong demi bisa meraup keuntungan individu. Oh god, sungguh betapa ngehenya hidup ini. Ketika krisis ekonomi memaksa kita menjadi seorang koruptor, ketika kebahangiaan hanya bisa didapat dengan membeli, dan ketika semua orang berlomba-lomba untuk menjadi kaya. Dalam hati kecil gue berbisik keinginan untuk bisa menggaji diri gue sendiri tanpa si bos yang hanya bisa mengatur dan membuat perintah ini & itu. Gue nggak tau deh apakah kalian juga berfikir demikian? Kalaupun iya, jawabannya pasti "yah, apa boleh buat?! habisnya bla bla bla & BLA sih?!!"  Harga ini itu yang terus naik juga membuat esmosi gue ikut naik. Dunia seakan sudah tak nyaman lagi untuk dihuni. Bukan Alamnya, melainkan MA-NU-SI-A nya lah yang TO-LO-L!!! Jangan salahin deh kalau semakin hari Sergap & Buser isinya semakin nge-gore. Dunia telah membuat kita menghalalkan cara bunuh diri & mendorong kita menjadi lebih gila dari yang sebelumnya. Tapi gue percaya minoritas setiap individu memiliki jalan keluarnya sebagai pelarian dari berbagai himpitan mulai dari ngegambar, ngeband, sampai ngelanturrrr (yang sekarang lagi gue lakuin)! hahahah...

15 April 2011

Berbeda & Merdeka 100%

Gambar ini ada sebagai support gue terhadap gerakan sosial bertemakan "Berbeda dan Merdeka 100%" yang mengajak kita semua untuk secara sukarela menyerukan kepada semua orang agar saling memerdekakan perbedaan. Kegiatan tersebut terbuka untuk semua golongan, tidak bersifat komersil, dan juga tanpa paksaan sedikitpun. Kalau kamu adalah seorang yang cinta damai, menghargai perbedaan & menolak kekerasan, Berbeda & Merdeka 100% mengundang siapapun itu untuk hadir pada,
Minggu 17 April 2011
Ruangrupa
Tebet Timur Dalam Raya No.6 
Jakarta Selatan

11 April 2011

V



"Jangan menilai wanita dari virgin atau nggaknya", Seorang wanita saja tidak pernah mempermasalahkan keperjakaan pasangannya". 


Hmmmm, Sering banget deh gue denger pernyataan semacam itu. Terlepas dari masih perawan atau tidaknya, gue punya pendapat berbeda akan hal ini. Ini bukan masalah Tuhan yang nggak adil karena bla bla bla dan BLAAA!!! tapi coba deh berfikir kenapasih dari jaman sebelum masehi wanita selalu menjadi "korban?". Korban pemerkosaan, korban penculikan, korban penjambretan sampe korban kekerasan & perbudakan? Serta alasan kenapa selama ini virginitas itu dianggap penting banget bagi sebagian masyarakat termasuk gue pribadi. Ketika gue menjalin hubungan dengan seorang pria gue paling anti nanyain masalah keperjakaan si pria tersebut. Jelas organ intim pria nggak memiliki selaput yang bisa sobek seperti halnya vagina perempuan, jadi nggak diperlukan liang vagina untuk membuat si pria tidak lagi perjaka. Pria bisa kapan saja melakukan aktivitas seksualnya tanpa mesti meninggalkan "bekas yang permanen" sehingga pria nggak butuh proteksi kuat untuk menjaga si perjakanya itu. Kontras sekali bukan? Yap, inilah kodrat. Tuhan menciptakan selaput darah dalam liang vagina setiap wanita untuk dijaga dan ketika selaputnya sobek, (dikarenakan aktivitas seksual tentunya) kita akan merasa kehilangan sesuatu yang berharga. Kehilangan kenikmatan luar biasa yang seharusnya menjadi kado terindah bagi suamimu kelak.
Dijaman sekarang wanita lebih memilih untuk cantik ketimbang pintar. Pintar dengan tidak bangga mengumbar aibnya sendiri, pintar dengan tidak mudah jatuh dalam setiap kalimat-kalimat sihir yang dijanjikan kaum adam (eitssss tunggu dulu, ini gue ambil dari fakta yang belakangan ini banyak terjadi). Nggak ada yang salah kok dari seorang wanita yang tidak lagi perawan dan seorang pria yang memilih wanita tidak perawan untuk menjadi istrinya, balik lagi itu adalah sebuah PILIHAN. Pilihan tatkala lo kehilangan hal tsb lo nggak berhak menyalahkan pihak laki-laki dan pilihan dimana ketika lo kehilangan sesuatu yang berharga itu lo hanya merasa bersalah atas diri lo sendiri, merasa malu dan sangat-sangat terpukul karena dulu pernah mengumbar komitmen yang sangat sakral. Jadi yang mesti diluruskan disini adalah pola pikir masyarakat yang melabeli bahwa wanita baik itu berarti mereka yang tidak pernah berhubungan. Bagi gue ketidakperawanan seorang wanita bisa ditutupi dengan sikap, pola pikir dan prilakunya sehari-hari. Setiap orang pasti memiliki masalalu yang buruk bukan? Jalan keluarnya adalah mencoba memaafkan diri sendiri dengan berbuat baik, membina hubungan tanpa serentetan kata janji, berkenalan dengan banyak orang, mencoba bergaimacam hal baru, dan yakin jika semua yang telah hilang itu tidak sia-sia datang.

  KISSES & HUGS FOR ALL THE WOMEN IN THE WORLD :-*

09 April 2011

The Biggest Propaganda

"Global warming is the big propaganda of political elites"

31 March 2011

WHO IS THE REAL TERORIST?!!!!

Sepulang dari Tj. Barat kemarin, ada seorang pria yang membagikan selebaran di lampumerah Megaria. Formatnya fotokopian. Dua lembar dengan font tebal bertuliskan LAWAN!. Kayaknya menarik tuh buat dibaca. Nah, Dari apa yang udah gue baca, penulis mencoba untuk mengajak kita semua untuk tidak buta terhadap segala kebijakan yang diputuskan oleh para "THE REAL TERORIST". Menarik disini karena jarang aja ada orang yang rela turun ke jalan demi menyampaikan sebuah pesan diatas selembar kertas.

Di paragraf pertama penulis mengangkat isu bom buku yang belakangan ini sedang gonjang-ganjingnya dibicarakan.  Menurutnya, bom buku hanyalah alat pengalihan dari isu wikileaks. Kenapa? Karena daya ledaknya yang jauh lebih besar ketimbang wikileaks. Jadi itu adalah bagian dari skenario "mereka". Rakyat lalu dipaksa untuk percaya dengan skenario karangan para pakem "terorist" tersebut.

Selanjutnya di paragfraf kedua, penulis mencoba memulihkan ingatan kita akan tragedi BOM GAS 3KG! Teror yang jauh lebih nyata. Namun pemerintah seolah tak mau ambil pusing untuk mengusut siapa penebar teror bom gas yang setiap harinya terus memakan korban. Mungkin karena korbannya orang miskin, sehingga kematian mereka tidak perlu diperdulikan. Hhhmmm... Atau mungkin bom gas tidak diusut karena pelakunya berasal dari rezim yang memiliki kewenangan untuk mengusut.

Nah, Beberapa waktu kedepan akan ada teror baru yang melanda masyarakat kita, namanya teror BOM BAHAN BAKAR MINYAK. Teror ini sangat berbahaya & menakutkan, karena bisa membuat ibu-ibu bunuh diri, pelajar-pelajar menjadi putus sekolah, mahasiswa-mahasiswa terpaksa cuti atau drop out, dan yang lebih nyata kita rasakan  saat ini adalah presentase tidak kriminalitas meningkat drastis. Terang saja, BOM BBM mampu memaksa perempuan menjadi pelacur dan secara langsung bisa mendorong orang baik untuk menjadi pelaku kejahatan.

Seorang pakar ekonomi & politikus berdarah Tionghoa, Kwik Kian Gie, pernah menghitung biaya produksi per liter BBM (Premium) hanya berkisar Rp 450,-/ liter hingga Rp 600,-/ liter. Jadi jika Premium dijual seharga Rp 4.500,-/ liter berarti keuntungan pemerintah berkisar Rp 3900,- hingga Rp 4.050,-/ liternya. Nah, kemana larinya uang tersebut? Keuntungan yang didapat dari hasil memeras Rakyat itu lalu mengalir ke isteri para pejabat sehingga bisa memakai tas seharga puluhan juta.... juga menjadi biaya pendidikan anak-anak mereka di universitas mahal di luar negeri, liburan, dugem, bahkan bermain judi sekalipun.

Jika TEROR berarti menyebarkan ketakutan, jika TEROR berarti sabotase terhadap upaya mensejahterakan rakyat, jika TEROR adalah upaya menciptakan ketidaknyamanan dalam hidup, jika TEROR adalah kejahatan mari kita simpulkan WHO IS THE REAL TERORIST?!!!

Jika kita memilih diam, itu berarti kita kejam terhadap orang tua kita yang sudah jungkir balik mencari nafkah, jika kita diam itu berarti kita merestui kebohongan dan korupsi terus berlanjut, jika kita diam itu berarti kita mengkhianati pengetahuan yang kita miliki. Jika kita diamkan berarti kita terlibat dalam PEMISKINAN dan PERAMPOKAN terhadap alam, Negara dan Rakyat. Jika kita diam berarti kita sama dengan mereka.


Info lebih lanjut, dapatkan di lampu merah-lampu merah terdekat!

28 March 2011

"Someone there"

Aku mendadak sakit...
Mendadak ingat dulu, ketika kamu rela mengorbankan semua demi menjagaku,
Ketika kamu menatapku dan aku melihatmu menangis karena takut kehilanganku,
Ketika kamu mencium keningku dan aku merasakan sesuatu.
Sungguh dasyat!
Ketika semuanya benar-benar berakhir...
Ketika aku meninggalkanmu dan kaupun begitu.
Aku mendadak sakit, saat aku tau kau tak mau tau,
Saat aku mengemis sambil menangis kau mendadak bengis.
dan ketika aku menyadari betapa rindunya aku saat ini,
Betapa damainya hati ini saat kau ada,
Meredam marahku, menghapus tangisku!
Remember "YOU"
 
I Love You Someone...

22 March 2011

Selebrasi Hari Perempuan Sedunia

"Kami akan terus melawan dan buktikan"

Gambar ini gue buat bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Sedunia yang sekaligus membuat gue bangga terhadap semua perlawanan yang udah perempuan lakuin. Dahulu wanita ibarat celana dalam, yang habis pakai ganti, habis pakai buang. Gue pribadi gak menuntut persamaan hak dengan kaum pria. Karena gue sadar akan kodrat yang udah Tuhan kasih ke gue sebagai perempuan. 
Bangga disini yaitu gue merasakan dampak positif dari perjuangan perempuan-perempuan jaman dulu yang melakukan perlawanan terhadap penindasan dan diskriminasi edan dari masyarakat sekitar. Gitu lho maksud gue!!!

Oh iya say thanks to teman-teman dari Institut-A Depok yang udah memberikan gue wadah atau ruang dalam memamerkan karya gue tanggal 12-13 kemarin. Gue berharap kita semua mengerti arti kebebasan yang sebenarnya pada diri setiap perempuan. Selama ini kitalah yang menjadi "korban", dan akan lebih bermanfaat lagi jika kita semua (termasuk gue) dapat menjaga diri dengan berbekal pengetahuan.

O

17 March 2011

Sekilas tentang acara kemarin















  Sister Be Strong! 
Yap, bener banget itu adalah sebuah acara yang telah sukses diselenggarakan oleh teman-teman dari Institut-A, tanggal 12-13 Maret kemarin. Selain pameran, musik & art perform mereka juga mengajak teman-teman dari Jurnal Perempuan untuk turut bergabung dalam diskusi tematik dengan tema "Mengenal Tubuhmu" yang sekaligus sebagai peringatan hari perempuan sedunia. Banyak hal yang gue dapet dari acara tersebut. Pengetahuan sex yang gak pernah gue dapetin di bangku sekolah dulu juga cukup menjawab pertanyaan yang ada di benak gue selama ini. Ahay yang paling menarik dari acara tersebut adalah disaat semua orang yang hadir berkumpul untuk nonton bareng film dokumenter "Pertaruhan" dengan 4 part berbeda yang mengangkat isu perempuan seperti kehidupan cinta sesama jenis 2 TKW Indonesia di Honkong. Selain itu ada juga Ruwati, pembantu rumah tangga yang bekerja di negeri orang ini, memiliki tumor rahim yang harus diangkat melalui liang vaginanya. Kendalanya  ada pada sang calon suami yang mendadak meragukan kegadisannya  kerana adanya hal tersebut. Di part terakhir kita disuguhkan dengan “Ragat’e Anak”. Film ini mengisahkan 2 PSK yang bekerja di komplek Gn. Bolo, Tulungagung yang terpakasa menjajakan dirinya demi menghidupi keempat anaknya seorang diri. Di pagi harinya para wanita ini bekerja sebagai pemecah batu, dan ketika sang anak telah tertidur lelap di malam hari mereka langsung bergegas mangkal di area pekuburan cina tersebut. Ada istilah baru yang gue dapet dari film ini yaitu "kiwir" (preman setempat) yang mesti dibayar permalam untuk mendapat izin mangkal. Parahnya gak cuma duit yang dipalak, melainkan para PSK ini harus bersedia memenuhi nafsu para kiwir jika sedang "kepingin". Kasian bangetttttt ih! Itu baru sedikit gambaran dari sekian banyak tekanan yang dialami para wanita dari lingkungan sosialnya. Diskriminasi & Label sosial adalah kenyataan pahit yang siap menghantui semua wanita di dunia yang tidak mau mengikuti norma yang dibuat oleh masyarakat itu sendiri. Hahahah, What's on your brain hayooo?!...

Pada hari terakhir acara ada Rangga & Isrol dari Media Legal yang nyempetin diri untuk kolaborasi mural di tengah-tengah tembok yang lembab pasca turun hujan. Sayangnya gue gak sempet kebagian jatah karena pada saat itu gue sedang tidak berada di TKP. Selesai bermural art ada film "Juno" yang tentunya gak kalah menarik untuk ditonton bareng pacar, teman atauh bahkan mantan pacar lo hehehe. 

Sesi terakhir acara  ditutup dengan akustikan band yang dimeriahkan oleh temen-temen dari D’Beat Mac, Tetralogiska, Afternoon with Euphoria, Boynekad, dan yang gue lupa nama bandnya (blogger juga manusia coy!). Mereka semua udah berhasil ngebuat gue larut ber-sing a long ria diiringi beat beat reggae yang super ngablu tapi seru. ala Abidin.
Oh iya gue juga dapet zine kolektifan Sister Be Strong lohhh Karya Needle n' Bitch yang berisikan kompilasi kisah tentang "kita". So kalo kata Kaskusers sedot gannnnnnn!!!!!

09 March 2011

SISTER Be STRONG!

12-13 Maret 2011
Galeri Jalanan 'Bau Tanah', Stasiun Cikini, Jakarta Pusat


Selebrasi Hari Perempuan Internasional "Sister, Be Strong!"


Sebuah Kampanye Otonomi Tubuh
...&Solidaritas Atas Pilihan Berani Individu
Hi kamu…
Kenapa kami mengadakan acara ini?
Acara ini kami hadirkan sebagai bentuk solidaritas, penghargaan dan mengingat ibu kami yang membesarkan anak-anaknya sendiri, teman kami yang dikucilkan dan dicemooh karena membesarkan anaknya 'tanpa suami', saudari kami yang menjadi pelacur untuk membiayai sekolah anaknya, teman kami yang telah meninggalkan kami karena aborsi tak aman & bunuh diri akibat penghakiman moral masyarakat, sahabat kami yang transgender dan dengan berani menghadapi segala beban & resiko hidup, teman kami yang mendapat penyakit HIV/AIDS dari pasangannya & terus berjuang sampai hari ini, sahabat kami yang menikah dengan terpaksa dan menjalani hidup penuh dengan tekanan & kekerasan, teman2 kami yang memilih menjadi lesbian dan gay, juga untuk diri kita sendiri...
Kepada kamu semua dan kita yang selalu memberikan dukungan dan tangan untuk merangkul teman2 kita yang menghadapi situasi ini...
Masyarakat kita saat ini juga tengah menghadapi permasalahan dengan ‘perbedaan’ atau lebih positifnya mari kita gunakan istilah ‘keberagaman’. Begitu banyak konflik yang terjadi belakangan ini dipicu oleh keberagaman yang ada diantara kita, sikap-sikap diskriminatif, rasis, fasis, seksis, homophobia bisa kita rasakan dimana-mana, sementara kita semua memahami bahwa keberagaman tersebut adalah hak asasi tiap individu atas pilihan hidupnya, baik itu pilihan yang bersifat keyakinan, pilihan politik, orientasi seksual, dan lainnya. Pilihan-pilihan ini sesunggungnya merupakan pilihan individu yang bersifat sangat pribadi dan tidak bisa diganggu gugat oleh apapun atau siapapun.
Tak lupa acara ini diadakan pada bulan Maret, bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional yang jatuh setiap tanggal 8 Maret, maka semangat acara ini terasa semakin pas.
Acara ini adalah acara yang dikelola dengan semangat kolektivisme dan solidaritas, yang artinya kegiatan ini dikelola bersama, semua orang diharapkan terlibat langsung dan mengurus apa yang menjadi kebutuhannya masing-masing. Acara ini juga sama sekali tidak didukung oleh sumber finansial tunggal dari manapun, karena kami percaya dengan solidaritas, kolektivisme dan mutualisme, segala kebutuhan dapat saling dipenuhi secara mutualis dan bersama.
Seluruh pemasukan dari acara ini juga akan digunakan untuk membantu biaya persalinan kawan kita…
Kamu yang mendukung pilihan-pilihan merdeka, kamu yang percaya kekuatan solidaritas sesama, kamu semua DIUNDANG untuk berpartisipasi…
"...Tubuh adalah kendaraan. Kita mengendarainya, tapi manusia didalamnya adalah sang pemilik dan pengemudi. Kepala dan hati adalah tempat dimana identitas seksual dan pilihan politik atas tubuh timbul. Tubuh kita hanyalah segumpal daging…"
Info partisipasi, donasi, pendaftaran, dan sukarelawan
Uchie : 0882-10378118 (lapak & donasi)
Rangga : 0812-88894752 (pameran)
Tim Amsyong : 0818-08112418 (workshop & testimoni zine)
Tata : 021-93062218 (pameran foto)
Metal : 021-94021317 (musik & art perform)
Email : needleandbitch@riseup.net
Datang & ajak orang2 tercintamu yaaa...

07 March 2011

PLURALISME, yeah!

Well, rasa-rasanya agak rawan nih untuk mengusung tema yang satu ini. Daripada bicara sepihak akhirnya gw memutuskan untuk menarik pendapat tentang "pluralisme" dari berbagai sudut pandang yang berbeda.
Sebenernya pembicaraan dibawah sudah cukup lama dilakukan. Sorry ye permirse, baru sempet eke posting nih.

Hana        : Pluralisme di mata kamu itu apasih Ken? 
Kenterror   : Sesuatu yang indah yg bisa bikin kita lebih dewasa dalam melihat keragaman dalam berbagai  hal.   Karena hidup selalu dihadapkan pada hal itu. 

Levoyletar     : Ih, kok pagi2 ngomongin pluralisme sih?? ada apa neh? hehehhe
 Pluralisme kan sebuah pandangan atau paham yg mentoleransi keberagaman pemikiran,peradaban, budaya..etc.. Banyak hal2 yang sensitif banget disini, apalagi kalo menyangkut degan agama.. wuuaahhh.. banyak yang merasa paling benar, dan akhirnya ribut.... itu yangg saya ngga suka, merasa paling hebat, benar, tidak mementingkan orang lain. Ah, saya takut salah menjabarkan, bener gak ya? hehehe... 

Hana         : Namanya juga pandangan, jadi siapa takut? Saya pribadi gak pernah ragu u/ menentang keberadaan sepilis (SEKULARISME, PLURALISME & LIBERALISME!!!) Hahahah ayooo dong jabarkeun kang! :D 

Levoyletar : berat nih, Di Indonesia sendiri terutama MUI nggak setuju kan dengan adanya pluralisme ini. Ya itu tadi, bahwa semua agama menganggap benar keyakinannya, jadi seakan2 Tuhannya sama tapi cara2nya saja yang beda. Itu gak dibenarkan! Konsep awalnya kan toleransi antar keragaman paham dll... Tapi pada ujungnya malah jadi saling membenarkan paham masing2 yang akhirnya malah terjadi pertikaian. Kalo yang pernah saya baca, banyak kaum Pluralisme yg salah menafsirkan makna Al-Quran. Disitu di katakan bahwa saling menghormati berbagai keyakinan dalam beragama, dan tidak memaksakan dalam beragama. Lakum diinukum waliyadiin. Mereka disitu mengambil kesimpulan bahwa agama apa saja benar keyakinannya. Jadi masing2 aja. Gak ada yang berbeda, cuma caranya aja yg beda, salah besar kan. Cuma repot kalo diukur dalam agama nanti malah sensitif dengan keyakinan yang lain. Itu sih saya ambil contoh aja. Bahwa konsep pluralisme itu gak bisa sejalan dengan kehidupan saya, karena saya juga menghormati semua perbedaan, dan bukan berarti saya menganggap benar semua perbedaan itu. aAa filter nya lah, dan hanya kita sendiri yang bisa menyaringnya sendiri tanpa harus adu argumentasi, yang ada  malah jadi ribut satu sama lain. I think that's my opinion. Mudah2an bisa diterima. :) 

Sally        : PRURALISME bagi saya it's okay... Itu hak mereka, sebagaimana kita juga hidup dengan gaya musikalitas yang bermacam-macam. Asalkan tidak mengganggu satu sama lain, dan tidak saling menghujat. Begitu juga yang saya mau dengan PRURALISME, cukup mereka dengan mereka. Tidak menghakimi yang salah atau mengadili seolah-olah 100% mereka tidak memiliki kesalahan atau dosa. Intinya pandangan saya terhadap PRURALISME tidak pro ataupun kontra. Bagi saya yang terlalu berlebihan & fanatik itu tidak baik. Setidaknya PRURALISME tau dengan ajarannya masing2, & tidak melebihi batas kebebasan hak orang lain. 

Dani Tremor : Pluralisme di benak saya, ya.. toleransi. Bukan cuma dalam masalah mereka yg beragama aja sebenernya, tapi juga di semua segi kehidupan, sampai ke hal-hal paling personal sekalipun kayak misalnya nilai-nilai yg dipegang masing-masing individu. Yah, intinya semua orang juga sebenarnya ga ada yang sama kan, dan ga perlu juga semua orang punya pikiran dan kepercayaan yang sama. Ya itulah plural. Beragam. Setiap individu sebagai dirinya masing-masing, bisa hidup berdampingan, harmonis. Kalo ada individu yang maksain nilai2 yang dia percaya ke orang lain, gak mungkin bisa harmonis. Gak perlu seragam untuk jadi harmonis. :)

Ibrahim Brima: Kalau menurut gw sih kurang baik. Karena sebetulnya kita ini diciptakan oleh Allah dan milik Allah. Jadi kita harus menanyakan kepada diri kita sendiri. "Sebenarnya apa maunya Allah mendatangkan kita ke dunia ini?" Oleh karena itu Allah telah mengutus para Nabi & Rasul untuk memberi tahu kepada manusia untuk apa manusia dikirim ke dunia ini. Yaitu untuk suatu perkara yang besaaaarrrrr. Yakni tanggung jawab yang besaaar. Yang resikonya besaaarrr kalau tidak dikerjakan. Begitupun sebaliknya. Jadi manusia ini diciptakan bukan untuk main-main tetapi untuk suatu perkara yang cukup besar. Pandangan hidup kita inilah mesti kita ubah. Bagaimana agar pandangan hidup kita ini seperti pandangan hidup Rasulullah SAW. Yaitu sejalan dengan apa yang diinginkan Allah SWT. BUKAN UNTUK MEMATUHI SEGALA SESUATU YANG BERTENTANGAN DENGAN ATURAN ALLAH!