07 March 2011

PLURALISME, yeah!

Well, rasa-rasanya agak rawan nih untuk mengusung tema yang satu ini. Daripada bicara sepihak akhirnya gw memutuskan untuk menarik pendapat tentang "pluralisme" dari berbagai sudut pandang yang berbeda.
Sebenernya pembicaraan dibawah sudah cukup lama dilakukan. Sorry ye permirse, baru sempet eke posting nih.

Hana        : Pluralisme di mata kamu itu apasih Ken? 
Kenterror   : Sesuatu yang indah yg bisa bikin kita lebih dewasa dalam melihat keragaman dalam berbagai  hal.   Karena hidup selalu dihadapkan pada hal itu. 

Levoyletar     : Ih, kok pagi2 ngomongin pluralisme sih?? ada apa neh? hehehhe
 Pluralisme kan sebuah pandangan atau paham yg mentoleransi keberagaman pemikiran,peradaban, budaya..etc.. Banyak hal2 yang sensitif banget disini, apalagi kalo menyangkut degan agama.. wuuaahhh.. banyak yang merasa paling benar, dan akhirnya ribut.... itu yangg saya ngga suka, merasa paling hebat, benar, tidak mementingkan orang lain. Ah, saya takut salah menjabarkan, bener gak ya? hehehe... 

Hana         : Namanya juga pandangan, jadi siapa takut? Saya pribadi gak pernah ragu u/ menentang keberadaan sepilis (SEKULARISME, PLURALISME & LIBERALISME!!!) Hahahah ayooo dong jabarkeun kang! :D 

Levoyletar : berat nih, Di Indonesia sendiri terutama MUI nggak setuju kan dengan adanya pluralisme ini. Ya itu tadi, bahwa semua agama menganggap benar keyakinannya, jadi seakan2 Tuhannya sama tapi cara2nya saja yang beda. Itu gak dibenarkan! Konsep awalnya kan toleransi antar keragaman paham dll... Tapi pada ujungnya malah jadi saling membenarkan paham masing2 yang akhirnya malah terjadi pertikaian. Kalo yang pernah saya baca, banyak kaum Pluralisme yg salah menafsirkan makna Al-Quran. Disitu di katakan bahwa saling menghormati berbagai keyakinan dalam beragama, dan tidak memaksakan dalam beragama. Lakum diinukum waliyadiin. Mereka disitu mengambil kesimpulan bahwa agama apa saja benar keyakinannya. Jadi masing2 aja. Gak ada yang berbeda, cuma caranya aja yg beda, salah besar kan. Cuma repot kalo diukur dalam agama nanti malah sensitif dengan keyakinan yang lain. Itu sih saya ambil contoh aja. Bahwa konsep pluralisme itu gak bisa sejalan dengan kehidupan saya, karena saya juga menghormati semua perbedaan, dan bukan berarti saya menganggap benar semua perbedaan itu. aAa filter nya lah, dan hanya kita sendiri yang bisa menyaringnya sendiri tanpa harus adu argumentasi, yang ada  malah jadi ribut satu sama lain. I think that's my opinion. Mudah2an bisa diterima. :) 

Sally        : PRURALISME bagi saya it's okay... Itu hak mereka, sebagaimana kita juga hidup dengan gaya musikalitas yang bermacam-macam. Asalkan tidak mengganggu satu sama lain, dan tidak saling menghujat. Begitu juga yang saya mau dengan PRURALISME, cukup mereka dengan mereka. Tidak menghakimi yang salah atau mengadili seolah-olah 100% mereka tidak memiliki kesalahan atau dosa. Intinya pandangan saya terhadap PRURALISME tidak pro ataupun kontra. Bagi saya yang terlalu berlebihan & fanatik itu tidak baik. Setidaknya PRURALISME tau dengan ajarannya masing2, & tidak melebihi batas kebebasan hak orang lain. 

Dani Tremor : Pluralisme di benak saya, ya.. toleransi. Bukan cuma dalam masalah mereka yg beragama aja sebenernya, tapi juga di semua segi kehidupan, sampai ke hal-hal paling personal sekalipun kayak misalnya nilai-nilai yg dipegang masing-masing individu. Yah, intinya semua orang juga sebenarnya ga ada yang sama kan, dan ga perlu juga semua orang punya pikiran dan kepercayaan yang sama. Ya itulah plural. Beragam. Setiap individu sebagai dirinya masing-masing, bisa hidup berdampingan, harmonis. Kalo ada individu yang maksain nilai2 yang dia percaya ke orang lain, gak mungkin bisa harmonis. Gak perlu seragam untuk jadi harmonis. :)

Ibrahim Brima: Kalau menurut gw sih kurang baik. Karena sebetulnya kita ini diciptakan oleh Allah dan milik Allah. Jadi kita harus menanyakan kepada diri kita sendiri. "Sebenarnya apa maunya Allah mendatangkan kita ke dunia ini?" Oleh karena itu Allah telah mengutus para Nabi & Rasul untuk memberi tahu kepada manusia untuk apa manusia dikirim ke dunia ini. Yaitu untuk suatu perkara yang besaaaarrrrr. Yakni tanggung jawab yang besaaar. Yang resikonya besaaarrr kalau tidak dikerjakan. Begitupun sebaliknya. Jadi manusia ini diciptakan bukan untuk main-main tetapi untuk suatu perkara yang cukup besar. Pandangan hidup kita inilah mesti kita ubah. Bagaimana agar pandangan hidup kita ini seperti pandangan hidup Rasulullah SAW. Yaitu sejalan dengan apa yang diinginkan Allah SWT. BUKAN UNTUK MEMATUHI SEGALA SESUATU YANG BERTENTANGAN DENGAN ATURAN ALLAH!